Skip to content

Kunyit, Herbal Penguat Daya Ingat (Anti Alzheimer)

April 16, 2009

Kunyit (Curcuma domestica) me-rupakan salah satu jenis tanaman obat yang banyak memiliki manfaat, di antaranya sebagai bumbu masak (terutama kare), pewarna makanan, minuman, tekstil dan kosmetik. Tanaman ini telah dikenal sejak lama di Indonesia dan penggunaannya cukup banyak dalam kehidupan sehari-hari. Mengingat pola hidup dewasa ini yang cenderung moderen dengan gejala serba instan, menjadikan penyakit yang berkembang di masyarakat juga beragam. Dalam sepuluh tahun terakhir, banyak penyakit yang mencuat di masyarakat di antaranya aids, kanker, flu burung dan bahkan gejala pikun dini. Kondisi ini membuat masyarakat mulai berfikir untuk mencari pengobatan alternatif secara konvensional di samping pengobatan moderen. Salah satu tanaman obat yang berpeluang sebagai pengganti pengobatan kimiawi yang dapat memperlambat datangnya penyakit pikun adalah kunyit. Penggunaan tanaman ini biasanya berupa bubuk atau tepung kunyit yang diracik ke dalam bumbu masak.

Rimpang kunyit sangat bermanfaat sebagai antikoagulan, menurunkan tekanan darah, obat cacing, obat asma, penambah darah, obat sakit perut, diare, usus buntu dan rematik. Selain berkhasiat dalam pengobatan, rimpang kunyit juga banyak digunakan untuk bahan pewarna, bahan campuran kosmetika, bakterisida, fungisida dan stimulan.

Kunyit untuk mencegah Alzheimer

Penyakit Alzheimer adalah sejenis penyakit pikun yang umum terjadi pada manusia yang mulai memasuki usia tua (manula). Secara alamiah, pikun biasa terjadi pada setiap orang karena kondisi fisik otak menurun. Namun pikunpun dapat diperlambat datangnya dengan menggunakan kunyit dalam bentuk bumbu kare. Kunyit sebagai bahan bumbu kare yang banyak dipakai dalam berbagai resep masakan dirasakan dapat mempertahankan kualitas otak hingga usia lanjut. Salah satu bukti adalah manula yang berada di negara-negara Asia tetap memiliki ingatan baik di usia lanjut karena mereka rajin mengkonsumsi bumbu kare.

Hasil penelitian Dr. Tze-Pin Ng dari Universitas Nasional Singapura (NUS) pada 1.010 manula berusia 60 tahun sampai 93 di tahun 2003, menunjukkan bahwa manula yang rajin mengkonsumsi bumbu kare memiliki daya ingat yang lebih tinggi dibandingkan mereka jarang atau yang tidak pernah sama sekali. Hal ini mungkin akan membuat kita penasaran dan ingin tahu. Ternyata rahasianya terletak pada zat pewarna kuning (kurkumin) yang terdapat di dalam rimpang kunyit yang digunakan dalam membuat bumbu kare tersebut. Kurkumin pada kunyit memiliki fungsi yang sangat penting dalam mengobati berbagai jenis penyakit karena senyawa tersebut dapat berfungsi sebagai anti tumor promoter, antioksidan, anti mikroba, anti radang dan anti virus. Selain itu kurkumin pada kunyit ternyata juga berperan dalam meningkatkan sistem imunitas tubuh.

Tepung kunyit yang akan dijadikan bahan racikan bumbu kare dapat dibuat dari umbi kunyit yang telah dikeringkan. Ditinjau dari segi kemudahannya, umbi yang telah di iris lalu dikeringkan, akan lebih mudah digiling untuk dijadikan tepung. Di negara-negara konsumen seperti Amerika Serikat dan Inggris, tepung kunyit digunakan secara langsung sebagai bumbu pewarna makanan,dan bahan baku pembuatan oleoresin. Di India, tepung kunyit merupakan salah satu bahan dasar untuk pembuatan bumbu kare (curry powder) yang merupakan campuran homogen dari berbagai jenis tepung kunyit.

Dengan rutin mengkonsumsi bumbu kare, akan dapat menurunkan resiko serangan penyakit Alzheimer yang bisa menyebabkan pikun total karena kondisi fisik otak yang terus menurun. Namun jangan salah, pada penggunaan yang berlebihan pun bagi orang lanjut usia dapat menimbulkan efek sakit perut, gangguan hati atau ginjal. Dari hasil kesimpulan para peneliti yang dilaporkan dalam American Journal of Epidemiologi Edisi 1 November 2006, menyatakan bahwa bumbu kari sangat berpotensi mencegah alzheimer karena dilihat dari kemanjurannya dan tidak beracun. Hasil penelitian ini merupakan bukti pertama yang menunjukkan hubungan antara konsumsi kare dengan kemampuan kognitif otak.

>>ke halaman Depan

Sumber: dikutip dari balittro.litbang.deptan.go.id

Artikel Terkait:


		
15 Komentar leave one →
  1. April 20, 2009 2:39 pm

    hebat ya tumbuhan indonesia begitu bermanfaat dalam dunia kesehatan. ga nyangka, negeri ini bisa bermanfaat buat dunia “kesehatan”!!!

  2. Oktober 12, 2009 5:24 am

    nach, ini tanaman yang aku cari terima kasih ya, oh aku copas langsu di blogku

    thank’s

  3. ani permalink
    Desember 9, 2009 1:14 pm

    makanya lu..cintailah alam ini yg penuh dg kekayaan tumbuhan herbal yg berkhasiat bgi kesehatan umat dan cintailah terumbu karang,agar tidak punah.trims y,

  4. Februari 20, 2010 10:56 pm

    trus adakah dosis2 tertentu untuk pengobatan nya itu sendiri,..

  5. sam permalink
    Maret 10, 2010 11:39 pm

    ada gak yang dalm bentuk kapsul,,kalo ada di mana saya bisa mendapatkannya?
    trima kasih atas bantuannya

  6. Mei 17, 2010 8:03 am

    wah sebegitu dahsyatnya ya manfaatnya.

  7. Dachlan Rangkuti permalink
    Juni 6, 2010 7:16 am

    trims atas infonya. saya mau coba mudah2an manjur. tapi apakah boleh dijus saja dan berapa banyak dosisnnya setiap hari?

  8. sherly permalink
    Februari 14, 2011 5:25 pm

    aku dari dulu mengidam penyakit maag,, ya mungkin ini keturunan? chozz ibu & kakak qu juga perna mengalaminya sampai skrng.. nah ini karena juga aku makannya tdk teratur.. skrng aku baru sja keluar rumah sakit karena maag ku parah sampai skrg masih konsumsi obat dri dokter…nah aku beralih dgn minum kunyit tp aku campur dgn madu juga kuning telur ayam kampung.. apa itu kaga apa”…thanks*** tggu info baliknya

  9. wulan septono permalink
    September 19, 2011 10:32 am

    back to nature…we will be health!

  10. Faisal permalink
    Oktober 17, 2011 7:04 pm

    Q mau tanya berapa sih dosis nya untuk tiap harinya? Gimana kalo overdosis bahayakah? Q tunggu jwban nya
    trimaksh sblm na.

  11. dian permalink
    Januari 8, 2012 5:52 pm

    di minum baiknya sblm makan atau sesudah makan ya

  12. September 17, 2012 10:22 am

    guuuugu

  13. Februari 22, 2013 2:15 pm

    jadi tambah semangat ama makanan tradisional

Trackbacks

  1. Kunyit, Herbal Penguat Daya Ingat (Anti Alzheimer) | Abu Abdurrohman Manado

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: